Tags

 

Ihsan berarti baik atau berbuat baik.  Menurut istilah, ihsan adalah keadaan seseorang dalam beribadat kepada Allah SWT seakan-akan dia melihat Allah dengan mata hatinya. Jika tidak bisa melihat-Nya, maka dia yakin bahwa sesungguhnya Allah SWT senantiasa melihat kepadanya. Dengan kata lain, ihsan berarti suasana hati dan perilaku seseorang untuk senantiasa merasa dekat dengan Allah, sehingga tindakannya, perilakunya, sesuai dengan aturan dan hukum Allah SWT.
Syekh Sulaiman Zuhdi ,beliau mengatakan pengertian Ihsan adalah hadirnya Allah dalam hati sanubari pada waktu beribadat kepada-Nya, sehingga dengan demikian ibadat itu bersambung dan sampai kepada-Nya ketika itu juga. Kehadiran ini tidak mungkin tercapai kecuali terpenuhi dua syarat, yaitu :

(1) bersihnya hati nurani kita dari dosa dan noda, dan

(2) ikhlasnya ibadat kita hanya semata-mata kepada Allah.

sebagaimana diajarkan Jibril as. dan Rasulullah Saw (dalam hadits Bukhari 1 : 47), ‘Ihsan’ adalah salah satu dari tiga komponen yang membentuk ad-diin kita, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Jika satu komponen saja tidak ada, atau tidak paham, maka kita belum ber-diin dengan sempurna.

Rasulullah Saw mengajarkan makna ihsan pada para sahabatnya. Hadits ini adalah hadits yang terkenal sekali. yaitu ketika itu, Rasulullah saw sedang bersama para sahabatnya, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang sangat tampan yang tidak mereka kenal wajahnya. Ia berpakaian sangat bersih, seperti bukan orang yang baru tiba dari perjalanan, walaupun dari wajahnya para sahabat tahu bahwa ia bukanlah penduduk sekitar. Lalu lelaki itu bertanya pada Rasulullah Saw,“Apakah iman itu?” Rasulullah menjawab dengan menyebutkan rukun iman.

Lelaki itu bertanya lagi, “Apakah Islam itu?” Dan Rasulullah pun menjawab dengan menyebutkan rukun Islam. Pada pertanyaan yang ketiga, lelaki itu bertanya, “Apakah ihsan itu?”

Jawab Rasulullah,

“Anta’budallah ka annaka taraah, fa’illam takun taraah, fa’innahu yaraak.”

“Engkau mengabdi kepada Allah seperti engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

Setelah ini ada beberapa dialog lagi, kemudian lelaki itu pergi. Ketika para sahabat mencarinya dan tidak berhasil menemukannya, dengan keheranan mereka menyampaikannya pada Rasulullah karena lelaki itu menghilang demikian cepat. Jawab Rasulullah, “Dia Jibril, yang datang untuk mengajarkan manusia (para sahabatnya) tentang diin mereka.”(H.R Bukhari).

Ihsan kualitas yang pertama, adalah sebuah kualitas pengabdian seperti ketika kita telah melihat-Nya. Sedangkan ihsan kualitas yang kedua, adalah kualitas ketika kita telah merasakan sepenuhnya bahwa Dia melihat kita, meskipun kita tidak (belum) melihat-Nya

Ihsan artinya kebijaksanaan atau kebaikan . Setelah Iman dan Islam ,maka manusia dianjurkan untuk berbuat Ihsan. Pada hakikatnya apabila Iman itu benar-benar dihayati sehingga menimbulkan kesadaran jiwa dan himmah ( semangat kuat ) untuk mengamalkan semua rukun Islam ,maka dengan sendirinya akan lahirlah manusia yang senantiasa berbuat kebaikan atau beramal shalih,sebagai ciri ( watak ) seorang muslim.
sabda Rasulullah Shallallahu Alahi Wassallam:

QAALA FA AKHBIRNII ‘ANIL-IHHSAAN,QAALA ANTA’BUDALLAAHA KA ANNAKA TARAAHU, FA INLAM TAKUN TARAAHU FA INNAHU YARAAKA.

( BEKATALAH LAKI-LAKI ITU ): ”Beritahukanlah kepadaku tentang Ihsan !” Rasulullah S..A.W. menjawab: Beribadahlah kepada Allah Subhannahu Wa Ta’ala seakan-akan engkau melihat-Nya . Dan apabila engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia selalu melihat engkau.”

Apabila seseorang selalu berbuat sesuatu dengan kesadaran bahwa ia tak pernah lepas dari penglihatan dan pengamatan Allah Subhannahu Wa Ta’ala, maka tentulah ia akan senantiasa berbuat sesuatu yang di Ridhai oleh-Nya. Inilah pengertian Ihsan , yang merupakan dari tiga serangkai bersama dengan Iman dan Islam.  Ketiganya tak dapat dipisah-pisahkan apabila kita hendak menjadi manusia sempurna ( insan kamil ) yang diridhai Allah Subhannahu Wa Ta’ala.

Dengan Iman , Islam ,dan Ihsan itulah setiap manusia benar-benar di tuntut untuk menjadikan dirinya sebagai hamba yang berbakti dan mengabdi hanya kepada-Nya , sehingga ia akan menjadi orang yang Muttaqin ( selalu bertakwa ) , Mu’min ( benar-benar beriman ) Muslim ( berserah diri hanya kepada Allah Subhannahu Wa Ta’ala, hidupnya dan matinya )Muhsin ( senantiasa berbuat kebaikan atau beramal Shalih); dan akhirnya kesemuanya itu mesti didasari dengan Mukhlis ( penuh ke Ikhlasan ,semata-mata karena Allah Subhannahu Wa Ta’ala. ).

Ihsan dijadikan sebagai motto oleh para sufi dalam menempuh kehidupan tasawufnya. Tasawuf bertujuan untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Tuhan melalui akidah (keimanan), pengamalan syariat Islam, dan akhlak. Akhlak inilah yang menjadi prinsip utama Ihsan. Karena itu untuk memperoleh Ihsan, sebagaimana digambarkan dalam Hadis Rasulullah SAW, diperlukan usaha yang berat lagi tidak mudah.

Masalah ihsan ini telah dijelaskan pula pada Bagian”Tiga Pilar Utama Agama Islam”. Ihsan itu artinya kita beribadat kepada Allah seolah-olah kita melihat Allah berada di hadapan kita, atau kita merasakan dan mengi’tikadkan bahwa Allah selalu melihat dan memperhatikan kita. Ihsan sebagai salah satu pilar agama Islam, sasarannya adalah batin ruhaniyah. Batin ruhaniah seseorang yang beribadat harus bersih agar dapat membuahkan ubudiah yang ikhlas dan akhlak yang mulia.

Dengan demikian ihsan itu merupakan suatu maqam, di mana seseorang melaksanakan syariat yang dijiwai dengan hakikat syariat itu sendiri, sehingga dia memperoleh ma’rifah terhadap Allah SWT.